METROINDONEWS.COM, RIAU – Permudah akses beraktivitas, Polda Riau menunjukkan capaian luar biasa dalam membangun infrastruktur konektivitas masyarakat. Sehingga Polda Riau menargetkan 110 jembatan, di mana 27 di antaranya, termasuk di Dusun Gobah Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar telah rampung 100 persen.
“Total terdapat 110 jembatan dalam keseluruhan program, di mana tahap pertama sebanyak 27 jembatan telah terwujud”. Kemudian sisanya 83 jembatan, namun beberapa sudah masuk proses pembangunan. Kendati sebagian memasuki tahap groundbreaking,” ungkap Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan di sela-sela peresmian jembatan di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Selasa (17/3).
Menurut Kapolda angka 110 memiliki makna filosofis yang kuat bagi Korps Bhayangkara. Angka tersebut melambangkan nilai Satyahaprabu, yaitu prinsip kesetiaan tertinggi kepada negara dan pemimpin.
“Jumlah 110 atau ‘Satu-Satu-Kosong’ ini melambangkan nilai Satyahaprabu, yang artinya setia kepada negara dan pemimpin,” sebutnya.
Proyek ini merupakan bentuk konkret dari semangat Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Menurut dia, Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum. Tetapi juga sebagai motor pengabdian masyarakat.
“Presisi merupakan visi Bapak Kapolri, kata Kapolda, yang menekankan etika pengabdian”. Presisi adalah cara kita memastikan bahwa setiap langkah Polri selalu bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Jenderal bintang dua ini menambahkan, melalui pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini, Polda Riau belajar banyak hal positif dari sosok kepemimpinan Kapolri.
“Karena pemimpin yang besar bukan hanya mendengar perintah negara”. Tetapi mampu menerjemahkannya sebagai touch point yang sangat berarti di kehidupan dan hati masyarakat,” tuturnya.
Kapolda menekankan bahwa jembatan-jembatan ini adalah urat nadi peradaban Melayu yang sejak dulu tumbuh di sepanjang sungai besar seperti Sungai Siak, Rokan, Indragiri, dan Kampar. Dengan terhubungnya wilayah-wilayah ini melalui 110 titik baru. Sehingga Polri optimis peradaban akan tumbuh lebih pesat melalui interaksi dan konektivitas yang kuat.
“Tidak ada peradaban besar yang lahir dari keterasingan”. Peradaban tumbuh ketika manusia saling terhubung dan saling menguatkan,” tandas Kapolda.
Tentu apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silahkan laporkan ke Call Center 110, demikian keterangan dari Kabid Humas Polda Riau.
(LD/IR)














