Pasar Murah Bersubsidi Disperindag Lebak Digelar Jelang Ramadan

METROINDONEWS.COM, BANTEN – Sambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemkab Lebak Provinsi Banten melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). “Berencana menggelar program pasar murah bersubsidi di 28 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Lebak”. Program tersebut mulai dilaksanakan pada Selasa, (3/2).

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Rully Edward, S.Sos., M.Si., mengungkapkan kegiatan pasar murah tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menekan potensi lonjakan harga kebutuhan pokok. Sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan.

“Sementara pelaksanaan perdana akan dilakukan di tiga kecamatan, yakni Cibadak, Kalanganyar, dan Rangkasbitung”. Kemudian akan bergilir ke seluruh kecamatan di Kabupaten Lebak,” kata Rully Edward kepada awak media, Senin (2/2).

Tentu saja dalam program tersebut, Disperindag Lebak menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan subsidi harga sebesar 20 hingga 30 persen dari harga pasar. Untuk tahap awal di tiga kecamatan, pemerintah menyiapkan ribuan paket sembako bersubsidi.

‘Sedangkan alokasi untuk Kecamatan Cibadak, Kalanganyar, dan Rangkasbitung dimulai, Selasa (3/2) meliputi beras sebanyak 2.500 paket ukuran 5 kilogram atau setara 12.500 kilogram. Disamping tersedia minyak goreng 2.500 liter, gula pasir 2.500 kilogram, tepung terigu 2.500 kilogram, serta telur ayam sebanyak 1.000 kilogram.

“Untuk pelaksanaan pasar murah di seluruh 28 kecamatan, total kebutuhan yang disiapkan antara lain 17.500 paket beras, telur ayam sekitar 6.000 kilogram”. Beserta minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Menurut Rully Edward, harga sembako yang dijual dalam pasar murah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beras yang semula dijual Rp67.500 per paket disubsidi menjadi Rp52.500, gula pasir dari Rp18.500 menjadi Rp14.500, dan minyak goreng dari Rp20.000 menjadi Rp15.000. Tepung terigu dari Rp10.000 menjadi Rp5.000, berikut telur ayam dari Rp28.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Total harga paket sembako dari harga normal Rp144.000 mendapat subsidi sebesar Rp37.000, sehingga masyarakat cukup membayar Rp107.000 per paket,” ucapnya.

“Selain menyediakan kebutuhan pokok bersubsidi, pasar murah ini juga melibatkan pelaku usaha dan UMKM lokal”. Dengan menjual berbagai produk pangan dan kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau.

Seluruh pembiayaan program pasar murah ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak Tahun Anggaran berjalan.

(TON/IR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250