METROINDONEWS.COM, SULSEL – Persiapan matang, disebutkan stok beras di Sulawesi Selatan mengalami lonjakan signifikan, tertinggi sepanjang sejarah mencapai 761 ribu ton. Tentu saja meningkat drastis dibandingkan kapasitas sebelumnya sekitar 300 ribu ton.
Sehingga capaian luar biasa tersebut, disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Minggu (5/4).
“Kejadian tersebut belum pernah terjadi, sedangkan yang kita lihat hari ini di Sulawesi Selatan saja dulu itu 300 ribu ton. Namun hari ini telah mencapai 761 ribu ton, terjadi dua kali lipat kenaikan,” jelas Amran.
Menurut dia, peningkatan stok tersebut merupakan hasil dari kenaikan produksi beras nasional yang didorong berbagai program pemerintah dalam waktu singkat. “Kondisi ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan, khususnya di daerah sentra produksi utama seperti Sulawesi Selatan”.
Kondisi gudang beras di Sulawesi Selatan saat ini, kata Amran, bahkan telah penuh, menandakan produksi yang meningkat melampaui kapasitas penyimpanan yang sebelumnya disiapkan.
Dengan demikian, dia mengatakan lonjakan stok tidak hanya terjadi di Sulsel, tetapi juga secara nasional. Sementara ini, stok beras nasional mencapai sekitar 4,5 juta ton dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia pada periode Januari–Maret 2026.
“Tingginya stok beras di Sulawesi Selatan, lanjut Amran, menjadi indikator bahwa program peningkatan produksi pangan berjalan efektif dan memberikan hasil nyata dalam waktu relatif singkat.
“Dengan stok yang melimpah, Sulawesi Selatan dinilai dapat menjadi salah satu daerah penyangga distribusi beras”. Untuk wilayah lain di Indonesia yang produksinya masih relatif rendah, seperti Kalimantan dan Maluku.
“Kemudian pemerintah juga menambah kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang untuk menampung hasil produksi yang terus meningkat di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan”. Kendati stok telah tersedia, tapi pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan penyimpanan. Bertujuan agar ketersediaan beras tetap stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan,” tandas Amran
(ANT/TR)














