METROINDONEWS.COM, KOTA BEKASI, Carut marut anggaran negara, terkait masalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan sarana prasarana. Pengembangan perpustakaan dan kegiatan pembelajaran exstrakurikuler di SDN Jati Rahayu III Kecamatan Pondok Melati Bekasi Kota.
Mengingat berdasarkan informasi yang dimpun melalui sumber dan temuan di lapangan, menyebutkan ada dugaan dalam pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan gedung tidak terserap dengan benar. Pasalnya pengecatan gedung terkesan asal dan berkualitas rendah. Terlihat dibeberapa sudut gedung pada beberapa bagian plafon terlihat menganga dan telah termakan usia.
“Sementara dalam masalah pengembangan perpustakaan, ditemukan indikasi sejumlah pelanggaran”. mulai dari laporan fiktif, mutu kertas dan mengurangi quantity. Melalui cara bermain mata dengan pihak rekanan.
Sedangkan dalam hal kegiatan dan pembelajaran extraurikuler, kegiatan tersebut kuat dugaan tidak dilakukan sebanyak empat kali dalam sebulan. Tetapi dalam laporan semua jenis kegiatan dilakukan sebanyak empat kali dalam sebulan, namun fakta dilapangan jauh berbeda.
Disebutkan di tahun 2025 bahwa dana Biaya Opersional Sekolah (BOS) yang digunakan dalam kegiatan pemeliharaan dan perawatan gedung Rp. 21.918.000. Dalam kegiatan pengembangan perpustakaan Rp. 6.420.000 + 33.988.000.
Sedangkan untuk kegiaatan pembelajaran dan exstrakurikuler berjumlah Rp. 19.700.000 + 26.000.000.
Ketika hal tersebu di konfirmasikan kepada Kepala SDN Jati Rahayu III, Karlan Ria Karyono, melalui pesan WhatsApp, Senin (6/4), tidak memperoleh jawaban.
Menurut Pemerhati Bidang Pendidikan, Ali Putra Sukma, mengatakan, apa bila kepala sekolah, dikonfirmasi oleh wartawan? Jangan sungkan – sungkan memberikan jawaban.
“Karena setelah berita tayang nanti malah banyak argumen bermunculan dari yang bersangkutan, berita sepihak lah, tak profesional, dan tendesius lah”. Merasa jadi korban dalam pemberitaan, padahal di awal sudah dilakukan konfirmasi oleh awak media,” ujarnya.
Menurut dia, kalau ditanya seputar masalah penggunaan dana BOS, lebih baik oknum kepala sekolah memberikan penjelasan. Tentu dari pada menutup diri, dan bisa menimbulkan spekulasi negativ lainnya,” pungkas Sukma.
(TR)














