METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Getir terasa, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di P. Sumatera mencapai 1.006 jiwa, Sabtu (13/12) malam.
Penghitungan tersebut dirangkum dari data tiga provinsi terdampak: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan angka tersebut dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal resmi BNPB.
Rincian korban di Aceh 415 orang meninggal, Sumatera Utara 349 jiwa, dan Sumatera Barat 242 jiwa. Selain itu, sebanyak 217 orang masih berstatus hilang.
“BNPB melaporkan perubahan jumlah pengungsi: dari awal tercatat 884.889 jiwa menjadi 654.642 jiwa per pembaruan terakhir, turun 230.247 jiwa secara total.
“Penurunan terbesar, kata Abdul Muhari, terjadi di Provinsi Aceh, dengan pengungsi berkurang 199.508 jiwa”.
Sementara pemerintah pusat akan terus memantau kondisi lapangan sambil menyalurkan bantuan darurat dan logistik untuk korban yang masih berada di posko pengungsian,” ujarnya.
“Tentu evakuasi dan upaya pencarian terhadap korban hilang juga masih berlangsung bekerja sama dengan unsur SAR dan pemerintah daerah”.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pemerintah telah menyiapkan lahan dan mengalokasikan anggaran.
“Untuk pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak”. “Selama proses pembangunan hunian tetap berjalan”. Dimana pemerintah akan menyiapkan hunian sementara agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di tenda atau posko darurat.
(HRN/TR)














