H. Saleh Asnawi: Tanggamus Gelorakan Budaya Baca Akar Rumput

METROINDONEWS.COM, TANGGAMUS – Cetdas larena belajar, Pemerintah Kabupaten Tanggamus secara resmi mendeklarasikan komitmen seriusnya dalam penguatan ekosistem literasi. Langkah ini ditandai dengan pengukuhan ratusan Penggerak dan Duta Literasi (PEDULI). Duta Baca Kabupaten, serta Bunda Literasi dari tingkat kecamatan hingga pekon, Kamis (4/12).

​Bupati Tanggamus, Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, MA., MH., secara khusus mengukuhkan Wakil Bupati Agus Suranto sebagai Penggerak dan Duta Literasi Kabupaten Tanggamus. Dia menegaskan bahwa gerakan literasi adalah prioritas yang didukung oleh pimpinan tertinggi daerah.

​”Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Islamic Center Kota Agung, turut dihadiri oleh Bunda Literasi Kabupaten Hj. Siti Mahmudah, Sekretaris Daerah Suadi, Ketua Komisi IV DPRD Romli. “Beserta Asisten Perekonomian Pembangunan Hendra Wijaya Mega, dan perwakilan mitra seperti Ahmad Mardiyanto dari Save The Children”.

​Bupati memgatakan pengukuhan ini merupakan momentum strategis untuk pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat paling akar rumput.

Kemudian dia menekankan di tengah kecepatan arus informasi yang masif, literasi telah meluas mencakup dimensi krusial seperti literasi digital, literasi informasi, literasi finansial, dan literasi budaya.

​”Hari ini, kita menyaksikan lahirnya para duta, penggerak, dan bunda literasi yang akan menjadi ujung tombak”. Tentu masyarakat yang literat adalah masyarakat yang mampu berpikir kritis, memilah informasi dengan bijak, dan beradaptasi terhadap perubahan zaman,” papar Bupati.

​Gerakan literasi yang diperkuat ini diharapkan menjadi benteng pertahanan agar masyarakat Tanggamus tidak hanya menjadi konsumen pasif. Tetapi juga menjadi produsen gagasan dan pemecah masalah yang cerdas,” ucapnya.

​”Bagi para penggerak dan bunda literasi yang baru dikukuhka termasuk Wakil Bupati Agus Suranto yang akan berperan sebagai mitra pemerintah, inspirator, dan jembatan pengetahuan. Bupati berpesan ada lima pesan kunci yang harus segera diimplementasikan di wilayah kerja masing-masing:
1. ​Jadikan Literasi sebagai Gerakan yang Hidup
2. Jadilah Teladan Literat
3. ​Perkuat Kolaborasi dan Jejaring
4. ​Gunakan Pendekatan Lokal
5. ​Manfaatkan Teknologi Bijak

”Menhingat, saya percaya, dengan semangat kolaborasi dan kerja bersama”. Dan kita dapat mewujudkan Tanggamus yang cerdas, berdaya, dan berbudaya,” imbuhnya.

(ZP/BA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250