ICW: KPK Dulu Pules Sekarang Terbangun Dimasa Pemerintahan Prabowo

METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Kembali ke marwah, Indonesian Corruption Watch (ICW) menjelaskan bahwa kinerja pemberantasan korupsi mulai menunjukkan geliat positif pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Lembaga antirasuah, khususnya KPK, dinilai mulai kembali agresif menindak kasus korupsi setelah sempat mengalami penurunan kinerja pada 2024.
Pandangan itu disampaikan Aktivis ICW, Almas Sjafrina dalam podcast bersama eks pimpinan KPK, Bambang Widjojanto (BW), Selasa (11/11).
Bambang mengatakan survei Great Institute memberi apresiasi terhadap komitmen pemberantasan korupsi yang mulai terlihat di era Prabowo.

“Kendati demikian, lembaga survei itu pun memberi catatan upaya antikorupsi masih harus diperkuat lebih jauh.
Tren Penindakan Korupsi Turun di 2024, menurut Almas, apresiasi publik tak lepas dari membaiknya tren kinerja penegakan hukum pasca-pelemahan KPK yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Mengingat di tahun 2024 trennya memang turun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan itu terjadi tidak hanya di KPK, tetapi juga Kepolisian dan Kejaksaan,” ungkapnya.
Dia menyebut pelemahan KPK di masa lalu berdampak nyata pada minimnya penindakan.

Sehingga, ketika kini lembaga antirasuah mulai bergerak, publik pun merespons positif. “Baru Bangun Tidur”, KPK Diminta Jangan Jadi Meong Lagi
Almas menggambarkan KPK saat ini seperti “macan yang baru bangun tidur” ujarnya

“Kelihatan sekali KPK baru bangun tidur meski belum sepenuhnya bangun karena kasus-kasusnya belum tuntas”.
Jangan sampai baru mau jadi macan, balik lagi jadi meong,” sebutnya.
Tentu dia menilai momentum kebangkitan ini seharusnya dijaga agar tidak kembali melemah.

Soroti Perbaikan Internal
ICW juga menyinggung adanya perubahan internal di tubuh KPK, termasuk pergantian pimpinan, yang ikut mendorong kembalinya ketajaman lembaga tersebut.
“Begitu komisioner baru, saya belum tahu faktor utama kebangkitan KPK apakah karena pemerintahan baru, komisioner baru, atau keduanya,” terang Almas.

Bambang Widjojanto menambahkan partisipasi publik kini menjadi faktor penting dalam upaya antikorupsi.
Dukungan publik luar biasa dahsyatnya.
“Trust publik harus dipulihkan karena pemberantasan korupsi tak mungkin optimal tanpa gerakan sosial,” kata BW.

Dalam kesempatan berbeda, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya memberantas korupsi dalam pemerintahannya. “Saya bertekad menegakkan pemerintahan yang bersih,” papar Prabowo dalam pidatonya di Munas PKS, 29 September 2025 lalu.
Prabowo mengakui kondisi korupsi di awal masa pemerintahannya jauh lebih parah dari perkiraan.
“Kekayaan kita luar biasa, tapi elite kita kalah pintar dari koruptor dan manipulator,” tandasnya.

(BOI/MIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250